Mendagri Tuding Ada Pihak Ingin Jadi Presiden

Senin, 31/10/2016 16:02 WIB

Jakarta - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menuding aksi demontrasi besar pada Jumat 4 November nanti, karena ada pihak yang berambisi menjadi presiden. Dia menyarankan agar orang itu bersabar menanti digelarnya pemilu mendatang.

Mengenai orang yang dimaksudnya, Tjahjo enggan menyebutkan namanya. Dia hanya mengatakan, pihak yang ingin menjadi presiden itu bisa menjaga mekanisme pemilihan presiden yang telah berjalan secara demokratis. "Ikuti mekanisme pilpres, sistem yang kita jaga adalah sistem presidensial lima tahunan yang kita jaga secara demokratis," ujar Tjahjo.

"Kalau ada oknum yang ingin membangun sebuah negara dan ideologi baru atau menjadi presiden, ya tunggu dong mekanisme lima tahunan yang kita bangun. Kalau mau demo ikuti aturan demo dengan baik, menyampaikan aspirasi dengan tertib," kata Tjahjo kepada wartawan.

Aksi demontrasi akan digelar dari masyarakat dan keagamaan berunjuk rasa terkait dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tjahjo mengatakan, pemerintah mempersilakan masyarakat untuk melakukan unjuk rasa selama tidak mengganggu jalannya pemerintahan dan pembangunan.  "Jangan sampai ada pihak lain yang ingin mengganggu jalannya pembangunan ini. Karena ini bukan untuk Jokowi, para menteri dan pejabat, namun untuk bangsa dan negara, untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," tuturnya.

TERKINI
Profil Ole Romeny, Pencetak Gol Kemenangan Indonesia Lawan Mozambik Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Kalahkan Mozambik Founders` Day AA Itu Hari Apa? Ini Sejarah hingga Maknanya 20 Ucapan Hari Media Sosial 2026 yang Inspiratif dan Penuh Makna