Senin, 29/03/2021 17:21 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Tidak benar ideologi Partai Demokrat bergeser sebagaimana pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Demokrat tetap berideologi nasionalis-religius.
Hal itu sebagaimana diutarakan politisi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/3).
“Saya kader Partai Demokrat, bahkan menjadi Sekjen 5 tahun penuh dan sekarang dewan kehormatan, sebelumnya jadi Jubir Partai. Kami tidak melihat itu, yang dituduhkan Pak Moeldoko sama sekali salah dan tidak benar,” tegasnya.
Demokrat, masih kata Hinca, tetap menjadi partai tengah yang berideologi nasionalis-religius. Salah satu buktinya, menurut Hinca adalah keberagaman agama yang ada di internal pengurus partai mercy.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
“Pak Moeldoko silakan baca ad-art kami, di situ jelas kenapa partai ini didirikan. Partai tengah, partai yang mengusung nasionalis religius. Di kami tidak soal ideologi ini itu, tidak ada hal-hal yang dituduhkan itu,” tegas dia.
“Pak SBY waktu ketua umum beliau muslim, saya sekjennya saya katolik,” demikian Hinca Panjaitan yang anggota Komisi III DPR RI ini.