Senin, 29/03/2021 12:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pembukaan perdagangan pada Senin (29/3/2021), Harga saham PT Sunter Lakeside Hotel Tbk melesat. Namun emiten dengan kode SNLK tersebut menembus batas auto reject atas (ARA).
Dilihat melalui RTI Business, saham SNLK mengalami kenaikan sebesar Rp52 atau 34,67% ke Rp202 per unit pada hari pertama penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
Frekuensi perdagangan saham SNLK mencapai 2 kali dengan 70.000 lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp14,14 juta. Price Earning Ratio (PER) 2,70 dan Market Cap sebesar Rp90,90 miliar.
Adapun, Perseroan menawarkan sebanyak 150 juta saham baru atau 33,33 persen dari seluruh total modal disetor penuh setelah IPO. Saham baru tersebut ditawarkan dengan harga penawaran sebesar Rp150 per saham sehingga jumlah keseluruhan dana IPO yang terkumpul sebesar Rp22,5 miliar.
Negosiator Iran Sebut Pembicaraan dengan AS Tunjukkan Kemajuan
Kementerian LH: TPA Wajib Hentikan Open Dumping Paling Lambat Agustus 2026
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut
SNLK menjadi emiten ke-10 yang mencatatkan sahamnya di Bursa tahun ini. Saham SNLK ditetapkan pula oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Efek Syariah, dengan keputusan tersebut maka saham SNLK masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).
Adapun PT Victoria Sekuritas Indonesia menjadi penjamin pelaksana emisi dalam IPO ini.