Kamis, 27/10/2016 12:28 WIB
Jenewa - Komite Warisan Dunia PBB, yang konsen terhadap situs-situs sejarah warisan dunia, telah menyepakati sebuah resolusi baru untuk Jerusalem yang menjadi kota suci bagi tiga agama langit: Islam, Kristen dan Yahudi.
Pemungutan suara secara rahasia yang dilaksanakan Rabu (26/10), badan kebudayaan PBB sepakat untuk mempertahankan wilayah tembok-tembok, rumah kunci Muslim, Kristen dan tempat-tempat suci Yahudi, pada daftar warisan dunia yang terancam punah. Badan tersebut juga mengkritik Israel atas penolakan mereka untuk akses situs suci Yerusalem, yang menentukan status konservasi.
Resolusi tersebut disahkan oleh 21 negara anggota Komite Warisan Dunia. Tercatat, sepuluh negara menyetujui, dua menolak, delapan abstain serta satu negara anggota tidak hadir.
Duta besar Yordania untuk UNESCO, Makram Queisi, seperti laporan Aljazeera, mengatakan Komite Warisan DUnia berusaha keras mengatasi persoalan tersebut dari "sudut pandang teknis" dimana banyak pihak mempolisitasasi hal tersebut.
Tak Dibiarkan Layu, Momen Petugas KAI Menyirami Bunga di Stasiun Bekasi
Warga Palestina yang Tewas di Gaza Meningkat Menjadi 72.610
Pria Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Bawah Peron Stasiun Kereta
"Yerusalem adalah sebuah situs yang tercatat di Daftar Warisan Dunia, yang merupakan tempat situs tersebut harus dibahas karena pemerintah Israel setelah pendudukan telah mengubah banyak aspek tanahnya," kata Queisi.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam keputusan UNESCO tersebut pada Rabu (26/10) dan mengatakan ia akan menarik duta untuk UNESCO.
Israel sendiri telah menangguhkan dana untuk UNESCO ketika mengetahui keanggotaan Palestina disetujui. Isareal bersama AS memang memiliki peran memberikan donasi terhadap anggaran badan tersebut sebesar 22 persen dari seluruh anggaran.[]