Selasa, 23/03/2021 15:57 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan merespon wacana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur pada tahun 2024 mendatang.
Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun mengatakan, pemindahan ibu kota merupakan sejarah baru bagi Indonesia.
“Bagi kita ini adalah pengamalan sejarah baru, mengganti dan memindahkan ibu kota, karena Amerika sebelumnya juga punya ibu kota yang baru,” terangnya dalam diskusi Forum Legislasi bertajuk “Pembahasan RUU IKN jadi Perioritas” di kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (23/3).
“Pemindahan ibu kota ini sebenarnya sudah dalam tahap pembangunan, harapan pak Presiden itu bisa selesai pada tahun 2024,” sambung Misbakhun.
Boeing Prediksi Pesawat Hemat Avtur Akan Mendominasi pada 2045
Meta dan Athropics Jajaki Kesepakatan Sewa Komputasi USD$10 Miliar
Deretan Saham Top Losers Pekan Ini
Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, setelah ibu kota negara dipindahkan, Jakarta akan menjadi sentral ekonomi.
“Berikutnya Jakarta akan menjadi ibu kota ekonomi, pemerintahnya saja pindah. Sama dengan Washington ke New York,” demikian Misbakhun.
Pemindahan ibu kota baru di perkirakan menghabiskanbiaya sekitar Rp466 triliun.
Sebanyak Rp89,4 triliun (19,2 persen) berasal dari APBN, Rp253,4 triliun (54,4 persen) melalui kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan Rp123,2 Triliun (26,4 persen) dari pendanaan swasta.