Sabtu, 18/07/2026 15:01 WIB
Teheran, Jurnas.com - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan bahwa dua kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz menabrak ranjau dan meledak. Klaim ini dibantah oleh militer AS.
"Satu jam yang lalu, dua kapal tanker minyak, yang mencoba melewati ladang ranjau di selatan Selat Hormuz akibat tipu daya badan intelijen Amerika, meledak dan terbakar," kata IRGC dalam pernyataan dikutip dari AFP pada Sabtu (18/7).
"Untuk melindungi modal mereka dan, yang lebih penting, nyawa mereka, para pelaut tidak boleh tertipu dan memasuki ladang ranjau," tambah pernyataan itu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) lalu mengeluarkan bantahan singkat dengan menyatakan bahwa, "Seperti kebanyakan klaim IRGC (Korps Garda Revolusi Islam), hal ini keliru."
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Empat Pangkalan Militer AS
AS Sebut Israel Getol Ingin Gagalkan Perdamaian dengan Iran
AS Makin Gencar Serang Iran usai Bahrain dan Kuwait Jadi Sasaran
Secara terpisah, IRGC mengatakan bahwa mereka telah menghentikan empat kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Empat kapal tersebut diketahui mendapatkan dukungan tentara AS.
"Dan keempat kapal tersebut dihentikan di tempat selama operasi gabungan rudal dan drone," ujar IRGC.
Diketahui, Iran secara virtual telah kembali menutup Selat Hormuz selama seminggu. Teheran berusaha mengendalikan jalur air yang vital tersebut dan telah memperingatkan kapal tanker dan kapal kargo untuk hanya menggunakan jalur yang dekat dengan garis pantainya, di sebelah utara selat, dan bukan koridor selatan yang sedang diupayakan untuk dilindungi oleh AS.
Sebagai tanggapan atas ancaman Iran terhadap pelayaran di selat tersebut, AS memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
AS juga telah melancarkan serangan udara setiap malam terhadap berbagai target di Iran yang bertujuan untuk melemahkan kemampuan Teheran dalam memantau dan mengancam selat tersebut.