Rabu, 24/02/2021 13:43 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mengapresiasi langkah pemerintah mulai melakukan vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan.
Hari ini, Rabu (24/2) sebanyak 500 guru dan tenaga kependidikan se-Jabodetabek mendapatkan vaksin Covid-19 di SMA Negeri 70 Jakarta. Ini merupakan langkah awal dalam rangkaian vaksinasi untuk 5 juta guru.
"PGRI menyambut gembira karena ini adalah sebuah upaya strategis untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Dan kita ingin segera kembali untuk belajar mengajar secara aman dan nyaman," kata Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi saat ditemui di SMAN 70 Jakarta.
Unifah juga memastikan program vaksinasi ini tidak hanya menyasar guru pegawai negeri sipil namun juga guru honorer, baik yang ada di sekolah, madrasah, maupun sekolah-sekolah keagamaan lainnya.
PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK
PGRI Kritik Pedas soal Kesejahteraan Guru: Cuma Indah di Pidato
PGRI Imbau Guru Aktif Bikin Konten Perdamaian di Medsos
Dia juga mengingatkan agar para guru untuk memenuhi berbagai persyaratan sebelum menerima vaksin, antara lain kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan (komorbid).
"Mereka (guru) sangat antusias untuk divaksin, karena pendidik harus jadi contoh. Mereka adalah kaum terdidik, dan mereka percaya betul bahwa secara ilmiah itu vaksin adalah cara memutus mata rantai," sambung dia.
Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung vaksinasi massal tahap kedua yang menyasar guru dan tenaga kependidikan (GTK), pada Rabu (24/2) di SMA Negeri 70 Jakarta.
Vaksinasi massal tersebut menandai dimulainya program vaksinasi untuk para guru, setelah sehari sebelumnya vaksinasi Covid-19 diberikan kepada tokoh agama.
"Hari ini vaksinasi untuk tenaga pendidik dan kependidikan telah dimulai dan saya tadi menyaksikan semuanya berjalan lancar. Para guru, tenaga pendidik, semuanya yang di sini prosesnya telah dimulai," kata Presiden Jokowi.
Keyword : PGRI Unifah Rosyidi Vaksinasi Guru Kemdikbud