Filipina Larang Nakes Divaksin Sinovac

Senin, 22/02/2021 14:44 WIB

Manila, Jurnas.com - Filipina memang sudah menyetujui vaksin Covid-19 Sinovac Biotech untuk penggunaan darurat. Namun vaksin asal China itu tidak akan digunakan untuk 1,4 juta tenaga kesehatan.

Badan Obat dan Makanan (FDA) Filipina menyebut vaksin Sinovac menunjukkan keampuhannya yang lebih rendah ketika digunakan untuk petugas kesehatan yang terpapar Covid-19, dibandingkan dengan orang sehat berusia 18-59 tahun.

"Menurut para ahli kami, vaksin itu (Sinovac) bukanlah vaksin terbaik untuk mereka," kata kepala FDA Rolando Enrique Domingo dikutip dari Reuters pada Senin (22/2).

Domingo mengutip hasil uji klinis vaksin CoronaVac di Brasil, Turki dan Indonesia, yang kini menjadi vaksin ketiga yang mendapatkan persetujuan darurat di negara berpenduduk lebih dari 108 juta itu.

Sebagaimana diketahui, Filipina yang memiliki infeksi dan kematian Covid-19 tertinggi kedua di Asia Tenggara, belum memulai kampanye imunisasi.

Negara itu masih mengandalkan 117.000 suntikan Pfizer-BioNTech melalui fasilitas berbagi vaksin internasional COVAX, untuk memulai program vaksinnya.

"Kami meminta kesabaran Anda karena vaksin tertunda beberapa hari, tetapi akhirnya kami dapat memulai vaksinasi," kata juru bicara kepresidenan Harry Roque dalam penjelasan terpisah.

TERKINI
20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions Dua Assist Lagi, Bruno Fernandes Akan Ukir Sejarah Baru di Premier League