Selasa, 19/01/2021 18:44 WIB
Taipei, Jurnas.com - Festival Lentera Taiwan, sebuah festival besar yang rutin dilakukan selama liburan Tahun Baru Imlek dibatalkan pada hari Selasa (19/1) karena kenaikan kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal.
Dilansir dari laman Reuters, telah dilaporkan 868 kasus, termasuk tujuh kematian, dengan 102 di rumah sakit dirawat.
"Ini adalah keputusan yang sulit, tetapi pencegahan pandemi adalah prioritas utama kami," kata Menteri Transportasi Lin Chia-lung kepada wartawan.
Festival yang menampilkan lentera besar dan pertunjukan kembang api ini menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahun dan telah menjadi nilai jual utama bagi pemerintah untuk menarik wisatawan dari luar negeri.
Intip Perkiraan Biaya Kuliah di Taiwan, Bisa Sambil Part Time
65 Kampus Taiwan Kembali Berburu Pelajar Indonesia di THEFI 2026
Liburan Berujung Maut, Penembakan di Festival Ini Tewaskan Dua Orang
Lin Chih-Chien, walikota kota utara Hsinchu tempat festival itu akan diadakan, mengatakan beberapa perusahaan teknologi di sana telah meminta pemerintah untuk membatalkan acara tersebut, dengan alasan kekhawatiran wabah lokal yang membatasi produksi di pusat teknologi yang menampung perusahaan-perusahaan termasuk pembuat chip terbesar di dunia Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd.
Pengumuman itu datang tak lama setelah Taiwan melaporkan empat kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal, terbesar sejak 29 Februari tahun lalu.
Keempat kasus terkait dengan wabah rumah sakit Taoyuan dan kementerian kesehatan Taiwan berencana untuk memindahkan lebih dari 200 pasien keluar dari rumah sakit ke bangsal isolasi.
“Kami sangat menyarankan agar acara berskala besar dibatalkan,” kata Menteri Kesehatan Chen Shih-chung. “Situasi saat ini berada di bawah kendali kami karena kasusnya dapat dilacak dengan jelas.”