Sabtu, 26/12/2020 10:36 WIB
Washington, Jurnas.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mengklaim telah mendistribusikan lebih dari 9,46 juta dosis di AS.
Prioritas saat ini diberikan kepada petugas kesehatan dan penghuni panti jompo pada fase awal program vaksinasi. Sebuah lembaga penelitian swasta mengatakan jumlah orang dalam kelompok ini lebih dari 17 juta.
Dikutip dari NHK pada Sabtu (26/12), CDC berencana untuk memperluas cakupan program vaksinasi secara bertahap.
Kelompok berikutnya untuk program vaksinasi mencakup petugas polisi, petugas pemadam kebakaran, orang berusia 75 tahun ke atas, guru dan pekerja toko.
AS Klaim Kuasai Minyak Venezuela 100 Tahun, Dapat Hak Veto
Iran Ancam Balasan Lebih Berat Jika AS Kembali Menyerang
Iran Pastikan Serangan AS Tak Hentikan Produksi Minyak di Pulau Kharg
Sementara itu, CDC mengatakan menerima laporan bahwa enam orang yang diberi suntikan mengembangkan reaksi alergi yang parah. Pejabat CDC dan Food and Drug Administration (FDA) AS sedang menyelidiki kasus tersebut.
Para pejabat telah mengeluarkan pedoman untuk vaksinasi yang aman, dengan menetapkan sistem di mana penerima diobservasi setelah divaksinasi dan segera diobati jika terjadi reaksi yang merugikan.
Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar mengatakan dia mengharapkan total 100 juta dosis vaksin Pfizer dan Moderna akan didistribusikan pada akhir Februari.
Dia menambahkan lebih banyak dosis harus tersedia jika vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca disetujui.
Keyword : Vaksin Covid-19 Amerika Serikat Pfizer Moderna