Kamis, 24/12/2020 20:16 WIB
Paris, Jurnas.com - Presiden Prancis, Emmanuel Macron bebas dari gejala virus corona (COVID-19), seminggu setelah dinyatakan positif mengidap virus yang menyerang sistem pernapasan itu.
Istana Elysee mengatakan, Macoron yang menjalani karantina mendiri di kediaman remsi dekat Paris, tempat menjalankan pertemuan dari jarak jauh, tidak perlu lagi menjalani karantina.
"Macron tidak menunjukkan gejala pada tahap ini dan karena itu, isolasi Presiden dapat berakhir setelah tujuh hari," kata Istana Elysee, seperti dilansir dari AFP dan CNA
"Macron tetap bertanggung jawab atas masalah-masalah utama negara kita saat ini selama isolasi dirinya, dan akan terus melakukannya dalam beberapa jam dan hari mendatang," tambahnya.
WN Prancis Terinfeksi Virus Hanta Kini dalam Kondisi Kritis
Inggris-Prancis Jadi Tuan Rumah Konferensi Bahas Selat Hormuz
Jorge Martin Akhiri Puasa Kemenangan di MotoGP Prancis 2026
Macron, yang dinyatakan positif terkena virus Kamis lalu setelah menunjukkan gejala kelelahan, batuk, dan nyeri otot. Istana Elysee melaporkan tanda-tanda perbaikan untuk pertama kalinya pada Rabu (23/12).
Otoritas Prancis khawatir bahwa periode liburan Natal dapat melihat lonjakan infeksi baru, setelah total korban tewas COVID-19 di negara itu naik menjadi hampir 62.000 minggu ini.
Pihak berwenang mengatakan Rabu (23/12) malam bahwa hampir 15.000 kasus baru telah dilaporkan dalam 24 jam sebelumnya, dan 278 kematian baru.
Otoritas kesehatan Prancis mengatakan, kampanye vaksinasi akan dimulai pada hari Minggu, dengan petugas kesehatan dan orang tua di antara yang pertama mendapatkan suntikan.
Uni Eropa memberikan lampu hijau untuk vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 pada hari Senin, membuka jalan bagi inokulasi pertama yang dimulai di 27 negara segera setelah Natal. Otoritas kesehatan Prancis pada Kamis menyetujui vaksin untuk digunakan di Prancis.