Selasa, 11/10/2016 19:16 WIB
Jakarta - Setelah menginisiasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR menggelar acara Parlemen Santri sebagai rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) F-PKB ke-17.
Lebih dari 100 orang berpakaian khas pesantren memenuhi gedung kura-kura DPR. Mereka hadir untuk menimba ilmu politik yang selama ini diperankan oleh para legislator. Para peserta Parlemen Santri ini melenggang ke Senayan setelah diseleksi ketat oleh anggota F-PKB dari dapil masing-masing. Tiap dapil hanya dipilih dua santri sebagai perwakilan.
Koordinator Nasional Garda Santri, Anas Nasikhin, menegaskan bahwa Parlemen Santri digelar untuk memberikan pendidikan politik praktis, sekaligus mengajak para santri untuk menyelami bagaimana cara kerja wakil rakyat. Mulai dari fungsi legislasi, pengawasan, dan budgeting. Juga melihat langsung bagaimana alat-alat kelengkapan DPR bekerja, serta bagaimana tahapan-tahapan terbentuknya sebuah undang-undang.
"Dari Parlemen Santri ini, para santri punya gambaran bagaimana jika mereka menjadi anggota DPR. Tugas ABCD DPR mereka tahu, perangakat pendukungnya juga mereka tahu,” tandas Anas Nasikhin.
Mendes Yandri Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke-68 Lombok Barat
Silaturahmi ke Menhut, PT Eco Power Nusantara Jajaki Proyek Investasi Hijau
16 Ucapan HUT Kopassus 2026 yang Penuh Makna
Untuk lebih menghayati fungsi DPR, para peserta Parlemen Santri diajak melakukan simulasi proses lahirnya sebuah undang-undang. Misalnya sebuah undang-undang inisiatif (usulan) pemerintah, kemudian dilakukan public hearing, rapat dengar pendapat (RDP), pembahasan RUU antara pemerintah dan DPR, hingga akhirnya RUU disepakati menjadi undang-undang.
Para santri tampak antusias mengikuti acara Parlemen Santri sehari tersebut. Banyak santri yang kritis bertanya, atau pun menyampaikan argumentasi tentang proses kerja legislatif. “Santri biasa mengkaji kitab kuning, sekarang mendalami proses pembuatan undang-undang. Menarik sekali memang,” ujar Andy Fadly, seorang santri pemantau kegiatan.
Keyword : Parlemen Santri F-PKB HUT