Senin, 23/11/2020 06:38 WIB
Frankfurt, Jurnas.com - Kanselir Jerman, Angela Merkel mendesak COVAX, sebuah inisiatif yang dibentuk untuk menyediakan vaksin COVID-19, yang dapat dijangkau negara-negara miskin, untuk segera memulai pembicaraan dengan produsen.
"Saya khawatir tidak ada negosiasi," kata Merkel kepada awak media, Minggu (22/11), setelah KTT G20, di mana para pemimpin dari 20 negara ekonomi terbesar berjanji akan menyisihkan upaya untuk memasok obat, tes, dan vaksin COVID-19 ke dunia dengan harga yang terjangkau dan dan adil.
Merkel mengatakan, tidak seperti COVAX, Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) sudah maju dalam upaya mengamankan dosis vaksin. "Yang paling penting adalah COVAX sekarang bernegosiasi dengan produsen vaksin potensial dengan uang yang dimilikinya," kata Merkel.
Puluhan negara telah menandatangani rencana vaksin global yang dikenal sebagai COVAX, yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kelompok vaksin GAVI untuk memberikan dosis vaksin bagi negara-negara yang tidak mampu membelinya.
Uni Eropa Bakal Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Suriah
Terancam Krisis Avtur, Uni Eropa Siapkan Rencana Darurat
PM Italia Usul Penangguhan Aturan Defisit UE di Tengah Risiko Konflik
Sejauh ini telah mengumpulkan US$ 5 miliar, termasuk lebih dari € 500 juta (US$ 600 juta) dari Jerman. (Reuters)