Trump Klaim Kebal Virus Corona

Senin, 12/10/2020 09:01 WIB

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan dirinya kebal terhadap virus corona (COVID-19) dan dan bersiap-siap untuk kembali berkampanye untuk melawan penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah tim dokternya pada Sabtu (10/10) menegaskan bahwa Trump tidak lagi berisiko menularkan penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu.

"Sepertinya saya kebal, saya tidak tahu, mungkin dalam waktu lama dan mungkin waktu singkat, bisa seumur hidup, tidak ada yang benar-benar tahu, tapi saya kebal," kata Trump kepada acara Fox News.

"Kata kekebalan berarti sesuatu, memiliki cahaya pelindung. Jadi sekarang Anda memiliki seorang presiden yang tidak harus bersembunyi di ruang bawah tanah," tambah Trump, menyinggung Biden, yang mengambil pendekatan yang jauh lebih hati-hati untuk berkampanye dalam pandemi.

Tetapi belum jelas sejauh mana penularan COVID-19 memberi kekebalan, dengan studi awal menunjukkan beberapa bulan sementara yang lebih baru mengindikasikan itu bisa bertahan lebih lama.

Trump yang kini 74 tahun tahun dirawat dengan Regeneron, campuran antibodi eksperimental yang dapat memberikan kekebalan hanya beberapa bulan jika dikonsumsi sebagai pengobatan dan bukan sebagai vaksin.

"Dalam beberapa kasus, vaksin dapat bertahan selama beberapa dekade. (Tetapi) jika Anda mendapatkannya dalam bentuk kekebalan alami, itu belum diketahui," kata CEO Regeneron Leonard Schleifer kepada CBS Face the Nation, Minggu (11/10).

"Jika Anda mendapatkannya di botol kami, jika Anda mau, itu mungkin akan bertahan selama berbulan-bulan," katanya.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya