Mesir Eksekusi Mati Dua Anggota Ikhwanul Muslimin

Senin, 05/10/2020 08:15 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Dua anggota Ikhwanul Muslimin yang ditangkap dalam demonstrasi anti-kudeta pada 2013 telah dieksekusi mati oleh Pemerintah Mesir, Minggu (04/10) waktu setempat.

Kementerian Dalam Negeri Mesir menjalankan hukuman mati Yasser Al-Abasiri, 49, dan Yasser Shukur, 45, yang telah ditahan selama protes terhadap kudeta militer 2013 yang menggulingkan presiden pertama yang terpilih secara demokratis di negara itu, Mohammad Morsi.

Keduanya ditahan di penjara Tora di Kairo selatan, yang dikenal sebagai penjara paling berbenteng di negara itu, setelah persidangan mereka dalam kasus yang dikenal publik sebagai kasus "Perpustakaan Alexandria".

Sumber-sumber yudisial mengatakan kepada surat kabar Al-Masry Al-Youm bahwa Otoritas Penjara Mesir melaksanakan hukuman mati bagi mereka yang dituduh `terorisme, pembunuhan terencana, dan kerusuhan`.

Pada tahun 2017, Pengadilan Kasasi telah menolak kasasi dari para terdakwa atas hukuman mati yang awalnya dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Alexandria.

Pada Agustus 2013, protes meletus terhadap pasukan keamanan Mesir di depan Perpustakaan Alexandria, dengan latar belakang pembubaran berdarah para pendukung mendiang Presiden Mohamed Morsi di alun-alun Rabaa al-Adawiya dan al-Nahda di Kairo.

Protes dan bentrokan dengan aparat keamanan tersebut mengakibatkan tewasnya 15 orang, termasuk dua personel keamanan.

TERKINI
Taylor Swift Sedih Tinggalkan Pacar dan Teman-temannya untuk Eras Tour di Eropa Komisi I DPR: Pemerintah Perlu Dialog Multilateral Redam Konflik di Timur Tengah Album Beyonce Cowboy Carter Disebut Layak Jadi Album Terbaik Grammy 2025 Ryan Gosling Bikin Aksi Kejutan ala Stuntman The Fall Guy di Universal Studios