Selasa, 29/09/2020 09:11 WIB
Tehran, Jurnas.com - Administrasi Bea Cukai Republik Islam Iran (IRICA) mengatakan, pembeli utama baja Iran dalam lima bulan pertama dari tahun kalender berjalan yang berakhir 21 Agustus adalah China.
Mengutip angka-angka IRICA, kantor berita resmi IRNA mengatakan dalam sebuah laporan Senin bahwa China bertanggung jawab atas pembelian baja senilai hampir USD358 juta dari Iran antara Maret dan Agustus.
Angka berjumlah hampir setengah dari semua pengiriman baja Iran yang dikirim ke Asia Tenggara, kata laporan itu, menambahkan bahwa negara-negara di kawasan itu menerima hampir 86% dari semua ekspor baja Iran selama periode tersebut.
Total pendapatan yang dihasilkan dari ekspor logam dan produk pertambangan mencapai USD1,082 miliar dari akhir Maret hingga akhir Agustus, katanya, menambahkan bahwa hampir setengah dari semua pengiriman terdiri dari produk baja.
AS Kecam Intimidasi China demi Gagalkan Perjalanan Presiden Taiwan
Tekanan China Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Eswatini
Latihan Perang di Pasifik Barat, China Masuki Area Milik AS
Produksi baja Iran pada Agustus melonjak 14,6% dibandingkan dengan tahun lalu menjadi 2,4 juta metrik ton, menurut angka yang dirilis oleh Asosiasi Baja Dunia. Itu jauh lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan bulanan yang terlihat pada produksi baja global yang sekitar 0,6%.
Total produksi baja di Iran dalam delapan bulan pertama tahun 2020 juga meningkat 11,3E menjadi 18,625 juta ton, kata laporan IRNA mengutip data World Steel.
Peningkatan produksi dan ekspor baja di Iran terjadi meskipun ada sanksi yang diberlakukan pada sektor tersebut oleh Amerika Serikat (AS) yang berupaya menghentikan perdagangan logam yang menguntungkan di negara itu.
Peningkata itu juga terjadi meskipun langkah-langkah pembatasan diberlakukan pada pabrik dan pabrik sejak Maret untuk mengekang penyebaran virus korona di negara itu.
Keyword : Sanksi Amerika SerikatBaja IranChina