Jum'at, 12/06/2026 14:33 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melibatkan keluarga besar Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan desa.
Plibatan itu sebagaimana konsep dalam pendekatan octahelix yang menempatkan akademisi sebagai salah satu aktor mewujudkan seluruh rangkaian menjadikan desa mandiri. Hal tersebut disampaikan Mendes pada Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Milad ke-23 UMMI di Sukabumi, Jumat (12/6).
"Cita-cita mulia itu tidak mungkin dikerjakan satu atau dua orang, nggak cuma pemerintah yang bisa mengerjakannya dan nggak cuma Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Makanya saya ke sini untuk bangun tim dengan Universitas Muhammadiyah Sukabumi," kata Mendes.
Pendekatan octahelix artinya sinergi membangun desa dilakukan delapan aktor. Mereka adalah pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, komunitas, media, lembaga keuangan, serta teknologi dan inovasi.
Didukung Raffi, Mendes Kukuhkan 200 Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia
Mendes Yandri Ajak APDESI Merah Putih Kawal Program Presiden Prabowo
Di Komisi V DPR, Mendes Yandri Paparkan BUMDesa hingga Desa Ekspor
Sebagaimana perannya, akademisi atau perguruan tinggi berperan dalam memberikan kajian ilmiah, melakukan riset potensi, melakukan inovasi teknologi, dan mendampingi masyarakat.
Oleh karena itu, kata dia, perannya menjadi sangat penting dengan berbagai realisasi teori yang selama ini disampaikan di bangku-bangku perkuliahan dan forum-forum diskusi.
Terlibatnya kampus bisa dilakukan melalui beragam cara di antaranya memberdayakan masyarakat sesuai potensi desa dan keahlian warga. Selain itu juga bertindak sebagai pelaku usaha langsung sehingga alumni UMMI tidak menunggu lowongan kerja namun bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat luas.
"Alumni UMMI tidak mesti mencari pekerjaan tapi bagaimana membuka lapangan kerja baru untuk rakyat. Kami di Kemendes siap untuk kerja sama melakukan hal itu membantu pemuda kembali ke desa. Jadi tinggal memang di desa tapi pendapatan seperti orang kota," kata Mendes Yandri.
Dalam menjalankan usaha, para alumni bisa berkolaborasi dengan Kemendes PDT dalam hal ini 12 rencana aksi strategis seperti mewujudkan desa tematik, desa ekspor, desa wisata, dan lain sebagainya.
Menurut Mendes Yandri, tentu saja potensi yang ada di desa para alumni adalah pertimbangan utama sehingga tak hanya nilai ekonomi yang bertambah namun juga pemanfaatan lingkungan secara maksimal.
Untuk menunjukkan keseriusan komitmen Mendes Yandri, dalam kesempatan tersebut dilaksanakan pula Penandatangan Nota Kesepahaman antara Kemendes PDT dengan UMMI tentang Peningkatan Kualitas Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal.
Seluruh civitas akademika baik dari jajaran dosen maupun mahasiswa diharap terlibat langsung di seluruh proses membangun desa dan meningkatkan kualitas SDM sesuai peran masing-masing.
Keyword : Mendes PDTYandri SusantoUniversitas Muhammadiyah SukabumiPembangunan DesaPendekatan Octahelix