Wamen Giring Bagikan Tips agar Tak Terjebak Haus Validasi

Senin, 27/07/2026 19:30 WIB

Pekanbaru, Jurnas.com - Tuntutan era digital membuat isu kesehatan mental di kalangan generasi muda semakin mengkhawatirkan. Menurut riset, satu dari tiga anak muda terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, yang dipicu kebiasaan membandingkan diri di media sosial dan haus validasi dari orang lain.

Menyoroti fenomena ini, Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha, membagikan resep agar terhindar dari fenomena ini. Menurut dia, sebelum seseorang mampu memimpin orang lain, ia harus terlebih dahulu menemukan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri.

"Tidak harus kaya, tidak harus punya jabatan, punya barang mahal, tapi kita seimbang, tenang, dan bersyukur," kata Wamen Giring saat mengisi rangkaian Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 di Kompleks RAPP, Pekanbaru, Riau pada Sabtu (25/7).

Tips ini tak sekadar teori. Giring menceritakan pengalamannya saat menghadapi tantangan mental akibat serangkaian kegagalan beruntun. Keputusannya beralih dari puncak popularitas bersama grup band Nidji pada 2018 menuju kerasnya panggung politik nyatanya penuh jalan terjal.

Puncak kelelahannya terjadi pada rentang 2023 hingga awal 2024. Tabungannya terkuras untuk kampanye sang istri, hingga realita pahit kembali gagal di pemilu 2024 meski sudah berekspektasi tinggi.

"14 Februari 2024 adalah salah satu hari terburuk bagi kami berdua. Saya merasa gagal sebagai calon negarawan, sebagai pengusaha, dan sebagai suami," kenang Giring.

Di titik terendah itulah, Giring memilih rehat. Dia mendalami meditasi, mendekatkan diri pada agama, hingga akhirnya matanya terbuka oleh filsafat Stoikisme. Kala itu, dia menyadari bahwa sumber kebahagiaan bukanlah validasi dari dunia luar, melainkan bagaimana seseorang melatih pikiran dan memaknai kehidupan.

Giring mulai menanggalkan pola pikir serba kekurangan (Scarcity Mindset) yang melelahkan, lalu beralih ke pola pikir keberlimpahan (Abundance Mindset) yang senapas dengan filsafat yang dipelajari. Dia juga mulai fokus pada potensi diri dan mendoakan kebahagiaan orang lain.

Buah dari keikhlasan dan mengelola ekspektasi itu terbayar pada September 2024. Saat kembali merintis karier di dunia musik, takdir membawanya menerima panggilan telepon langsung dari Presiden Prabowo Subianto, dan tawaran untuk menjadi Wakil Menteri Kebudayaan.

"Boleh punya mimpi besar, harus kerja keras mengejar, yang perlu kita lepas adalah tuntutan hasilnya harus persis seperti yang kita bayangkan. Fokus pada usaha yang ada dalam kendali kita," pesan Giring kepada 240 penerima beasiswa TELADAN Tanoto Foundation.

TERKINI
BGN Larang Dapur MBG Pakai Gas Melon, Minyakita, dan Beras SPHP Mengenal Ayat Mutasyabihat dalam Al-Qur`an Beserta Contohnya Pengganti Perry Warjiyo Harus Mampu Jaga Stabilitas Rupiah dan Inflasi Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam hingga Tewas di Bali Melanggar HAM