Senin, 21/09/2020 07:29 WIB
Yangon, Jurnas.com - Pemerintah Myanmar meminta warga di Yangon, yang merupakan kota terbesar Myanmar agar tetap tinggal di rumah, setelah melaporkan rekor peningkatan harian kasus baru virus corona pada Minggu (20/9).
Perintah tetap di rumah mulai berlaku pada Senin (21/9) dan akan memaksa semua karyawan untuk bekerja dari rumah. Sekolah sudah ditutup berdasarkan tindakan penguncian sebelumnya.
Kementerian Kesehatan Myanmar pada Minggu mengatakan telah mencatat 671 kasus COVID-19. Sebagian besar infeksi baru baru-baru ini terjadi di Yangon.
Sejauh ini, Myanmar melaporkan total 5.541 kasus COVID-19 dan 92 kematian. Infeksi meningkat menjadi ratusan kasus baru per hari selama beberapa minggu terakhir setelah COVID-19 muncul kembali di negara bagian barat Rakhine, setelah sempat tidak ada kasus.
PBB Desak Pembebasan Tahanan dalam Konflik Myanmar
Hari Raya Budha, Mantan Pemimpin Myanmar Dapat Remisi
Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi
Selain itu, maskapai domestik juga mengumumkan bahwa layanan sementara ditangguhkan hingga akhir September. (Channelnewsasia)