Minggu, 30/08/2020 07:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wuhan di China akan membuka kembali sekolah dan taman kanak-kanak minggu depan, tetapi rencana darurat akan beralih kembali ke pendidikan online jika virus corona muncul kembali.
Ketika semester musim gugur dimulai pada hari Kamis, sebanyak 2.842 institusi pendidikan di kota berpenduduk 11 juta orang di China akan membuka pintunya bagi sekitar 1,4 juta siswa, kata otoritas lokal di Wuhan.
Sekolah akan beroperasi di bawah aturan pencegahan epidemi. Siswa diinstruksikan untuk memakai masker dan menghindari angkutan umum saat datang dan pergi, sedangkan pendidik akan memberikan laporan harian kepada petugas kesehatan. Jika wabah Covid-19 baru terjadi, pengajaran akan kembali online.
Wuhan dan provinsi Hubei di sekitarnya adalah tempat virus korona pertama kali terdeteksi di China. Daerah itu mengalami penutupan ketat selama 76 hari untuk menghentikan wabah.
Ketua Komisi X: Tatap Muka Prioritas, PJJ Hanya Solusi Situasional
Salah Urus Pandemi COVID-19, AS Resmi Keluar dari WHO
Kemenag: 87 Persen Madrasah di Aceh Kembali Siap Belajar Tatap Muka
Sebagian besar kasus Covid-19 yang dilaporkan di negara itu berasal dari Wuhan. Tidak ada penularan lokal infeksi telah diidentifikasi di sana sejak pertengahan Mei.
Keyword : Tatap MukaSiswa WuhanPandemi Covid-19