Senin, 17/08/2020 15:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 secara virtual langsung dari halaman kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Senayan, Jakarta pada Senin (17/8).
Dengan mengenakan busana adat Palembang, Sumatera Selatan, Nadiem menyebut kemerdekaan adalah kesempatan untuk memerdekakan impian anak-anak Indonesia, agar bermimpi tanpa batas.
"Kemerdekaan adalah kesempatan untuk bermimpi tanpa kecemasan. Kesempatan untuk bertanya tanpa rasa takut dan kesempatan untuk berkarya tanpa batas," kata Mendikbud.
Tahun ini, Songket Palembang yang menjadi pilihan Mendikbud ialah salah satu karya budaya dari Sumatera Selatan yang masuk ke dalam domain keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional.
Atraksi Menunggangi Gajah Resmi Dilarang di Indonesia
Kemenhut RI-AFoCo Pacu Pengembangan Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial
Waka MPR: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus terus Disempurnakan
Songket Palembang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb) pada 2013 lalu. Tidak hanya sekadar kain pelindung tubuh yang estetis, songket juga memiliki makna adiluhung yaitu kemakmuran, kejayaan, dan keberanian.
Berangkat dari filosofi tersebut, Mendikbud berharap, anak-anak Indonesia tetap bersemangat, berani bermimpi, berkarya dan berjuang meski dalam keterbatasan. Hal tersebut sejalan dengan tema peringatan HUT RI ke-75 `Indonesia Maju`.
"Mari kita bersama-sama mewujudkan Indonesia Maju. Merdeka!" pesan Mendikbud.
Keyword : Mendikbud Nadiem Anwar Makarim HUT RI Hari Kemerdekaan