WHO: AS Berusaha Politisasi Pandemi COVID-19

Jum'at, 24/07/2020 07:34 WIB

New York, Jurnas.com - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus "menyerang" balik Amerika Serikat (AS) setelah dituding mencapai kesepakatan dengan China untuk mendapatkan jabatannya.

Berbicara pada konferensi pers virtual, Tedros mengatakan tuduhan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo tidak benar, tidak dapat diterima dan tanpa dasar apa pun.

"Satu-satunya fokus dari seluruh organisasi adalah menyelamatkan jiwa. WHO tidak akan terganggu oleh komentar-komentar ini dan kami tidak ingin seluruh komunitas internasional juga terganggu," kata Tedros pada Kamis (23/7), seperti dikutip AFP.

Pada sebuah pertemuan pada Selasa (21/7), Pompeo mengatakan, WHO menjadi badan "politik" karena keputusan-keputusannya dipengaruhi oleh "kesepakatan" antara Tedros dan Beijing yang "membantunya" menjadi kepala organisasi.

Sementara itu, Tedros mengatakan bahwa AS sedang berusaha mempolitisasi pandemi virus corona baru (COVID-19) dengan serangan gencarnya pada organisasi WHO.

"COVID-19 tidak menghormati perbatasan, ideologi atau partai politik," katanya, merujuk pada infeksi pernafasan yang disebabkan oleh virus, dan memperingatkan bahwa politik dan keberpihakan telah memperburuk keadaan.

"Politik COVID harus dikarantina," Tedros menegaskan.

Klaim Pompeo menggemakan yang serupa disuarakan Presiden AS Donald Trump, yang menuduh WHO merusak tanggapan global terhadap COVID-19 dan menjadi boneka China

Awal bulan ini, Trump mengeleluarkan AS keluar keanggaotaan WHO dalam pengkhianatan lain terhadap perjanjian internasional Washington selama masa jabatannya.

Presiden ke-45 AS itu sendiri, menghadapi kritik vokal dalam negeri dan seluruh dunia atas kesalahan dalam penanganan krisis COVID-19 di Negeri Paman Sam. (Press TV)

TERKINI
Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun