Minggu, 19/07/2020 12:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil menteri Luar Negeri Iran, Mohsen Baharvand mengatakan bahwa negaranya telah mengirim kotak hitam dari pesawat Ukraina yang secara tidak sengaja jatuh pada Januari ke Prancis untuk dianalisis.
"Kotak hitam diangkut ke Paris kemarin oleh pejabat Otoritas Penerbangan Sipil dan seorang hakim," ujar Mohsen Baharvand, dilansir Soccerway, Minggu (19/07).
Sekitar 176 orang tewas ketika Pengawal Revolusi, pasukan militer Iran yang paling kuat, menembakkan rudal ke Ukraine International Airlines yang mengira itu sebagai target yang bermusuhan ketika dalam siaga tinggi selama konfrontasi dengan Amerika Serikat.
Dia mengatakan Prancis akan mulai membaca rekaman penerbangan pada hari Senin dan memuji pemerintah Prancis untuk "kerja sama yang sangat baik dengan delegasi Iran".
Kemlu: Iran Punya Hak Serang Semua Fasilitas AS dan Israel
Iran Gelar Operasi Senyap Penangkapan Massal Demonstran
Menlu Sebut Iran Ajukan Proposal Penggunaan Nuklir Secara Damai
Agen investigasi kecelakaan udara BEA Prancis dikenal sebagai salah satu agen terkemuka dunia untuk membaca perekam penerbangan.
Nasib suara kokpit dan perekam data adalah subjek kebuntuan internasional setelah pesawat itu ditembak jatuh pada 8 Januari, dengan Ukraina menuntut akses.
Dalam sebuah laporan sementara minggu lalu Organisasi Penerbangan Sipil Iran menyalahkan ketidakselarasan sistem radar dan kurangnya komunikasi antara operator pertahanan udara dan komandannya atas penurunan tersebut.