Jum'at, 16/09/2016 11:04 WIB
Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), jurnas.com/tags/Masinton/" style="text-decoration:none;color:red;">Masinton Pasaribu, mempertanyakan kelakuan Kepala jurnas.com/tags/BNP2TKI/" style="text-decoration:none;color:red;">BNP2TKI jurnas.com/tags/Nusron/" style="text-decoration:none;color:red;">Nusron Wahid yang sibuk dengan urusan politik.
jurnas.com/tags/Nusron/" style="text-decoration:none;color:red;">Nusron dianggap tidak tahu aturan karena merangkap jabatan sebagai Ketua Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di jurnas.com/tags/Pilkada/" style="text-decoration:none;color:red;">Pilkada 2017.
“Jangan dong, dia enggak tau atau enggak baca aturan sih. Kepala badan atau lembaga negara enggak boleh begitu, ini rangkapnya tim pemenangan calon pilkada lho,” ujarnya di Jakarta, Jumat (16/09).
Ketua Umum Repdem ini mengingatkan agar Komisaris BUMN juga tidak boleh merangkap jabatan politik. Apalagi hyper aktif memberi dukungan.
Masukan Pakar di Revisi UU Pemilu Bagian Meaningful Participation Publik
Komisi II Kejar Target RUU Pilkada Rampung 2026
Komisi II DPR Fokus Bahas Revisi UU Pemilu di 2026
“Pejabat BUMN itu jangan dimainkan untuk kepentingan politik. Jangan, enggak boleh itu,” katanya.
Sejumlah pejabat publik dan komisaris BUMN memang ikut menjadi tim sukses petahana Basuki Tjahaja Purnama dalam jurnas.com/tags/Pilkada/" style="text-decoration:none;color:red;">Pilkada DKI Jakarta.
Selain Kepala jurnas.com/tags/BNP2TKI/" style="text-decoration:none;color:red;">BNP2TKI jurnas.com/tags/Nusron/" style="text-decoration:none;color:red;">Nusron Wahid, juga ada Komisaris PT Danareksa Kartika Rini Djoemadi dan Komisaris PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Taufan Hunneman.
Keyword : Masinton Nusron Pilkada BNP2TKI jurnas.com