Jum'at, 12/06/2026 10:51 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Taiwan kembali menarik perhatian dunia, bukan karena kemajuan teknologinya, melainkan karena keberadaan pohon-pohon raksasa yang termasuk tertinggi di Bumi.
Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa pulau tersebut menjadi rumah bagi sejumlah pohon berukuran luar biasa, termasuk pohon tertinggi yang pernah ditemukan di Asia Timur dengan ketinggian mencapai 84,1 meter atau sekitar 276 kaki atau setara gedung 28 lantai.
Dikutip dari Earth, temuan itu merupakan hasil pencarian selama lebih dari satu dekade yang dilakukan para peneliti, pendaki profesional, dan ratusan ilmuwan warga untuk mengungkap keberadaan pohon-pohon raksasa yang selama ini tersembunyi di hutan pegunungan Taiwan.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Forests and Global Change.
Taiwan memiliki luas sekitar 36.000 kilometer persegi dengan bentang alam yang didominasi pegunungan. Sebanyak 258 puncak di pulau itu memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut.
Kondisi geografis yang unik, curah hujan tinggi, iklim hangat, serta tanah yang subur menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan pohon-pohon berukuran raksasa.
Para ilmuwan memperkirakan terdapat sekitar 5.000 spesies tumbuhan yang hidup di Taiwan, mulai dari hutan hujan tropis hingga kawasan tundra pegunungan.
Sekitar 60 persen wilayah Taiwan masih tertutup hutan dengan jumlah pohon yang diperkirakan mencapai 950 juta batang. Meski penebangan skala besar sempat terjadi sepanjang abad ke-20, sebagian hutan tua berhasil bertahan karena berada di lokasi yang sangat curam dan sulit dijangkau manusia.
Perburuan pohon-pohon tertinggi di Taiwan dimulai pada 2014 ketika peneliti dari Taiwan Forestry Research Institute melakukan ekspedisi ke kawasan konservasi Cilan.
Target pertama mereka adalah tiga pohon cemara Taiwan raksasa yang dikenal masyarakat setempat sebagai "Tiga Saudari Cilan". Meskipun keberadaan pohon-pohon tersebut telah lama diketahui warga lokal, saat itu belum pernah dilakukan pengukuran ilmiah.
Hasil pengukuran menunjukkan pohon tertinggi memiliki tinggi sekitar 69 meter dengan diameter batang hampir tiga meter.
Keberadaan pohon-pohon raksasa tersebut kemudian menarik perhatian internasional setelah tim pendaki dari Australia, The Tree Projects, mendokumentasikannya pada 2017.
Kesulitan terbesar dalam pencarian pohon tertinggi adalah medan yang ekstrem dan rapatnya tajuk hutan yang membuat pengamatan dari permukaan tanah hampir mustahil dilakukan.
Untuk mengatasinya, para peneliti bekerja sama dengan ahli penginderaan jauh dari National Cheng Kung University dan menggunakan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging).
Teknologi ini memanfaatkan pulsa laser yang ditembakkan dari udara untuk memetakan permukaan bumi dan menghasilkan model tiga dimensi yang sangat detail.
Melalui metode tersebut, para ilmuwan dapat mengidentifikasi lokasi pohon-pohon berukuran luar biasa di kawasan hutan yang luas.
Namun, teknologi itu juga memiliki keterbatasan. Tebing curam kerap membuat sistem salah memperkirakan tinggi pohon sehingga banyak data yang harus diverifikasi secara manual.
Pada 2020, proyek tersebut berkembang menjadi gerakan ilmiah berbasis partisipasi publik. Ratusan relawan membantu memeriksa hasil pemetaan LiDAR untuk membedakan pohon raksasa yang sebenarnya dari kesalahan pengukuran.
Hasilnya cukup mengejutkan. Para peneliti menemukan bahwa sekitar 93 persen pohon yang teridentifikasi oleh algoritma otomatis ternyata memiliki ukuran yang tidak sesuai.
Kontribusi para ilmuwan warga itu kemudian menghasilkan Taiwan Giant Tree Map pada akhir 2022, yang memetakan 941 pohon dengan tinggi lebih dari 65 meter.
Berbekal peta tersebut, tim peneliti melakukan ekspedisi lanjutan pada Januari 2023 ke kawasan terpencil dekat Gunung Benya dan Danau Great Ghost.
Perjalanan menuju lokasi memerlukan waktu beberapa hari dengan menyusuri sungai sejauh hampir 20 kilometer dan mendaki medan pegunungan yang terjal.
Upaya itu akhirnya membuahkan hasil setelah para pendaki berhasil mencapai pucuk sebuah pohon Taiwania raksasa dan mengukur tingginya secara langsung menggunakan pita ukur.
Hasil pengukuran menunjukkan pohon tersebut memiliki tinggi 84,1 meter atau sekitar 276 kaki.
Pohon itu kemudian diberi nama "Heaven Sword of the Da`an River" dan dinobatkan sebagai pohon tertinggi yang pernah ditemukan di Taiwan sekaligus di seluruh Asia Timur.
Bagi masyarakat adat Rukai, pohon Taiwania raksasa memiliki sebutan yang lebih puitis, yakni "pohon yang menyentuh bulan".
Hingga awal 2026, para peneliti telah menemukan dan memanjat sedikitnya 10 pohon Taiwania dengan tinggi lebih dari 70 meter. Dua di antaranya bahkan melampaui batas 80 meter yang hanya dapat dicapai oleh segelintir pohon di dunia.
Penemuan pohon-pohon raksasa tersebut juga mengungkap fakta penting lainnya. Hutan tua yang menjadi habitat Taiwania ternyata memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap dan menyimpan karbon.
Dalam penelitian yang dilakukan pada 2024 di Lembah Tao Tree, lokasi pohon tertinggi ketiga di Taiwan, para ilmuwan menemukan tingkat kepadatan karbon mencapai 1.384,5 megagram per hektare.
Angka tersebut menempatkan hutan-hutan raksasa Taiwan sebagai salah satu ekosistem penyimpan karbon paling padat yang pernah tercatat di dunia.
Temuan ini memperkuat peran penting hutan tua dalam membantu mengurangi dampak perubahan iklim global. Para peneliti menilai keberhasilan menemukan pohon tertinggi di Asia Timur merupakan kombinasi antara ketekunan, kemajuan teknologi, dan keterlibatan masyarakat.
Di balik tebing-tebing curam dan pegunungan yang sulit dijangkau, masih terdapat kawasan hutan yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Karena itu, para ilmuwan meyakini masih ada kemungkinan pohon-pohon raksasa lain yang belum ditemukan dan tersembunyi di antara kabut pegunungan Taiwan.
Selain menjadi keajaiban alam, pohon-pohon raksasa tersebut juga merupakan arsip hidup yang menyimpan sejarah ratusan tahun pertumbuhan hutan sekaligus berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi. (*)
Sumber: Earth