Rabu, 24/06/2020 15:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menuturkan jika Presiden Joko Widodo menginginkan kemiskinan ekstrem pada 2024 di level 0 persen.
"Jadi sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang menginginkan bisa mengentaskan kemiskinan ekstrem menjadi nol," ujar Suharso, Selasa (24/6/2020).
Angka kemiskinan di Indonesia saat ini sudah berada di level 1 digit yakni 9,22 persen pada September 2019. Kemudian apa bedanya antara kemiskinan ekstrem dan kemiskinan biasa?
Kemiskinan ekstrem yakni jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.
Perempuan Single Berisiko Terkena Kanker Ovarium, Benarkah?
Ardhita Bawakan Lagu Cinta Mati Milik Ahmad Dhani, Ini Ungkapannya
Sulap Hutan jadi Peternakan Ayam, Pengusaha Ini Terancam 10 Tahun Penjara
"Lalu kemiskinan biasa adalah orang yang berada di garis kemiskinan yaitu memiliki pendapatan Rp440.538 per kapita per bulan (per September 2019)," ungkap dia.
Dia menambahkan, dengan adanya Covid-19 ini tantangan untuk mengentaskan kemiskinan membutuhkan usaha ekstra yang luar biasa.
"Seperti mulai dari perencanaan berbasis bukti di daerah provinsi sampai pedesaan," tandas Plt Ketua Umum DPP PPP ini.
Keyword : Joko WidodoSuharso MonoarfaKemiskinan