Selasa, 26/05/2020 08:18 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan bahwa nasjid, gereja dan bisnis di Tepi Barat yang diduduki akan dibuka kembali pada hari Selasa dalam pelonggaran pembatasan covid-19.
Otoritas Palestina mengumumkan darurat kesehatan pada Maret dan memberlakukan penguncian setelah kasus pertama virus corona dikonfirmasi di kota Betlehem, Tepi Barat.
Shtayyeh mengatakan sudah waktunya untuk "dengan hati-hati mengembalikan kehidupan menjadi normal" sekarang karena tingkat infeksi telah melambat.
Pembukaan kembali rumah ibadah, toko dan pabrik pada hari Selasa akan bertepatan dengan hari terakhir liburan Idul Fitri yang menandai akhir bulan puasa Ramadhan.
Warga Israel Berbondong-bondong Bikin Pemukiman di Tepi Barat
Israel Bangun 12.000 Unit Rumah Baru di Tepi Barat, Ini Respons Hamas
Israel Terus Hancurkan Kebun Zaitun Milik Warga Palestina
Shtayyeh mengatakan bahwa kementerian dan kantor pemerintah akan dibuka kembali pada hari Rabu dan pos-pos pemeriksaan yang dibuat untuk membatasi lalu lintas antara kota-kota Tepi Barat akan dihapus.
Kementerian Kesehatan Palestina telah mengkonfirmasi 423 kasus virus corona baru di Tepi Barat dan dua kematian.
Krisis kesehatan telah menyebabkan penurunan 50% dalam pendapatan komersial di Tepi Barat, dalam pukulan ke ekonomi yang sudah sakit di mana pengangguran berada pada 17,6%, kata pejabat setempat.
Di Jalur Gaza, yang dijalankan oleh saingan Otoritas Palestina Hamas, 54 kasus virus corona dan satu kematian telah dicatat .
Keyword : Wilayah Palestina Tepi Barat Wabah Covid-19