Kamis, 16/04/2020 09:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Imbas Surat yang dikeluarkan oleh Sekretariat Kabinet yng diteken oleh Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda Putra masih berbuntut panjang.
Surat yang menyebutkan jika perusahaan miliknya, T Amartha Mikro Fintek (Amartha) menjadi mitra untuk Relawan Desa Lawan Covid-19 yang ditujukan kepada Para Camat untuk diteruskan ke Kepala Desa.
Hari ini, Staf Khusus Milenial ini bakal diadukan ke Mabes Polri oleh M Sholeh dan Tomi Singgih pada Kamis (16/4/2020) siang. Taufan dilaporkan atas dugaan penyalahgunaan wewenanga.
"Permintaan maaf saja tidak cukup dan kita menguji kepolisian utk serius memproses kasus ini," kata M Sholeh dalam peprnyataan yang diterima.
Hukum yang Kehilangan Nurani, Negara Kehilangan Masa Depan
Keutamaan Puasa Arafah: Dosa Dua Tahun Bisa Terhapus, Benarkah?
26 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini
"Jika ada warga yang meenghina presiden atau membuat berita bohong soal covid-19, polisi langsung cepat bertindak, bagaimana jika dengan kasus dugaan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan Stafsus Presiden?," ujar Sholeh serius.
Keyword : Stafsus Presiden Andi Taufan Garuda