Senin, 29/08/2016 07:19 WIB
Jakarta - Pakar Tata Kota Marco Kusumawijaya menyebut Basuki Tjahaja Purnama telah menodai semangat reformasi dengan menumbukan kembali Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Marco yang juga anggota Lembaga Study Kebangsaan 1998 (Lakis98) menegaskan, sikap Ahok dalam memimpin DKI Jakarta tidak sejalan dengan cita-cita reformasi melawan KKN. Buktinya dia masih melibatkan istrinya untuk ikut menentukan kebijakan.
"Sekarang bagaimana dengan keluarga Ahok, istrinya sudah ikut bermain menentukan kebijakan, ini bagaimana," ujar Marco dalam diskusi bertema `Perilaku Ahok Merugikan Jokowi` di Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Minggu (28/08).
Marco juga menyoal klaim Ahok tentang kedekatannya dengan Jokowi bisa mengganggu jalannya pemerintahan nasional.
Menlu AS Tawarkan US$100 Juta ke Kuba, Syaratnya Ganti Rezim
AS Dorong China Bantu Hentikan Upaya Iran di Teluk Persia
Menlu AS Klaim Berbaikan dengan Vatikan, Pengamat Ungkap Sebaliknya
"Sikap arogan ditambah klaim dekat dengan Jokowi akan mengancam stabilitas pemerintahan di tingkat nasional dan Presiden Jokowi," jelas Marco.
Sebelumnya, dalam peresmian posko pemenangan Rumah Lembang, Ahok menyebut kedekatannya dengan Jokowi ibarat satu kesatuan. Pernyataan ini ia sampaikan ketika ditanya wartawan soal peluang PDIP mendukungnya dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.
"Pak Jokowi orang PDIP. Saya dengan pak Jokowi dekat, seperti satu kesatuan," ujar Ahok.
Nah, Menurit Marco ucapan Ahok ini jelas tak menguntungkan bagi Jokowi, apalagi gaya Ahok dalam menahkodai Jakarta sudah melawan konstitusi dan telah menabrak berbagai macam regulasi.
Keyword : Ahok Lastika 98 Marco KKN