Kamis, 05/03/2020 07:29 WIB
Washington, Jurnas.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Mark Esper menuduh Rusia telah melanggar perjanjian `Open Skies`, sebuah perjanjian yang bertujuan untuk meningkatkan keterbukaan militer kedua negara.
Dalam sidang Kongres, Esper mengatakan bahwa Rusia telah melarang Washington terbang di atas kota Laut Baltik, Kaliningrad, dan dekat Georgia yang diizinkan oleh perjanjian berumur 18 tahun itu.
"Kami juga telah ditolak aksesnya ke latihan militer. Saya punya banyak kekhawatiran tentang perjanjian seperti yang ada sekarang," kata Esper dilansir dari Channel News Asia pada Kamis (5/3).
Diketahui, kesepakatan itu mengizinkan militer satu negara untuk melakukan sejumlah penerbangan pengawasan setiap tahun dengan pemberitahuan singkat.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Pesawat dapat mensurvei wilayah tertentu untuk mengumpulkan informasi, gambar instalasi, dan kegiatan militer.
Tujuan utamanya, semakin banyak militer negara lain saling mengenal, maka semakin rendah kemungkinan konflik.
"Ini penting bagi banyak sekutu NATO kami, bahwa mereka memiliki sarana untuk melakukan penerbangan," lanjut Esper.
Pentagon mengoperasikan dua pesawat OC-135 lama untuk operasi penerbangan berlebih, dan Esper mengakui perlunya memperbarui pesawat, bahkan jika Pentagon belum menyisihkan uang tunai.
"Pada saat ini, sampai kita membuat keputusan akhir tentang jalur ke depan, saya tidak siap untuk merekapitalisasi pesawat," tandas dia.
Keyword : Amerika Serikat Rusia Keterbukaan Militer