Rabu, 04/03/2020 19:49 WIB
Teheran, Jurnas.com - Pemerintah Iran kini melarang seluruh provinsi di negara tersebut untuk melaksanakan Salat Jumat, di tengah merebaknya virus corona baru atau Covid-19.
Laporan terbaru oleh televisi pemerintah ini setelah ibu kota Teheran dan daerah lainnya meniadakan Salat Jumat pekan lalu, sebagaimana dikutip dari Press Association pada Rabu (4/3).
Iran sebelumnya mengumumkan bahwa virus corona telah membunuh 92 orang dan menginfeksi 2.922 orang yang dikonfirmasi. Ini merupakan angka kematian tertinggi di dunia di luar China.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour menyebutkan lonjakan angka terbaru dalam sesi konferensi pers di Teheran, yang membuat Iran kini memiliki jumlah infeksi paling tinggi dari total 3.140 kasus di seluruh Timur Tengah.
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
PM Malaysia Siap Potong Gaji Menteri jika Krisis Timteng Berlanjut
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Dan umumnya pasien di luar Iran yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, nyatanya memiliki hubungan dengan Teheran.
Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengakui bahwa virus itu ada di hampir di seluruh provinsi Iran ketika berbicara dalam pertemuan kabinet.
"Penyakit ini menyebar luas. Ini mencakup hampir semua provinsi kami, dan dalam arti tertentu, adalah penyakit global yang telah terinfeksi oleh banyak negara di dunia, dan kami harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini secepat mungkin," kata Rouhani.
Keyword : Iran Virus Corona Salat Jumat