Senin, 03/02/2020 13:51 WIB
Beijing, Jurnas.com - Perusahaan otomotif asal Jepang, Honda Motor Co berencana untuk memperpanjang penutupan tiga pabrik mobilnya di Wuhan, China dengan Dongfeng Group hingga 13 Februari.
Dikutip dari Reuters pada Senin (3/2), seorang juru bicara perusahaan sebelumnya mengatakan bahwa pembuat mobil tersebut berencana untuk melanjutkan produksi pada 14 Februari mendatang.
Namun, dalam kesempatan yang berbeda perwakilan yang berbasis di Jepang mengatakan bahwa Honda akan mengikuti kebijakan pemerintah daerah, dan belum memutuskan kapan pabrik akan kembali beroperasi.
Sebelumnya, Komisi Kesehatan Nasional China mengungkapkan, setidaknya 17.200 orang di seluruh tercatat telah terinfeksi virus corona, menyusul 2.829 kasus baru dikonfirmasi pada Senin (3/2).
Latihan Perang di Pasifik Barat, China Masuki Area Milik AS
Wanita di China Lempar Uang Setara Rp2,5 Miliar dari Balkon Apartemen
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Dalam pembaruan hariannya, komisi itu mengatakan ada 57 kematian baru akibat virus itu di mana seluruhnya berada di Provinsi Hubei, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan menjadi 361 orang.
Korban baru datang sehari setelah China memberlakukan isolasi di kota besar yang jauh dari pusat wabah, dan muncul kematian pertama di luar negara yang terjadi di Filipina.
Pihak berwenang di Hubei, melaporkan 56 kematian baru. Dengan demikian, total korban tewas di China menjadi 360 orang, melebihi kasus SARS yang menewaskan 349 orang pada 2002 silam.
Keyword : Virus Corona China Honda