Virus Corona: 361 Orang Tewas, 17.200 Terinfeksi

Senin, 03/02/2020 12:38 WIB

Beijing, Jurnas.com - Komisi Kesehatan Nasional China mengungkapkan, setidaknya 17.200 orang di seluruh tercatat telah terinfeksi virus corona, menyusul 2.829 kasus baru dikonfirmasi pada Senin (3/2).

Dalam pembaruan hariannya, komisi itu mengatakan ada 57 kematian baru akibat virus itu di mana seluruhnya berada di Provinsi Hubei, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan menjadi 361 orang.

Korban baru datang sehari setelah China memberlakukan isolasi di kota besar yang jauh dari pusat wabah, dan muncul kematian pertama di luar negara yang terjadi di Filipina.

Pihak berwenang di Hubei, melaporkan 56 kematian baru. Dengan demikian, total korban tewas di China menjadi 360 orang, melebihi kasus SARS yang menewaskan 349 orang pada 2002 silam.

Dikutip dari Channel News Asia, pihak berwenang di China mengambil tindakan di kota timur Wenzhou pada Minggu kemarin dengan menutup jalan, dan membatasi orang ke rumah mereka. Padahal Wenzhou berjarak sekitar 800 kilometer dari Wuhan.

Negara-negara G7, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat telah memiliki kasus virus corona di negara masing-masing. Mereka akan membahas tanggapan bersama, menurut keterangan Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn.

Di Thailand, yang memiliki 19 kasus yang dikonfirmasi, para dokter mengatakan pada hari Minggu bahwa seorang pasien Tionghoa lanjut usia yang diobati dengan campuran flu dan obat-obatan HIV, telah menunjukkan peningkatan dramatis dan dites negatif terhadap virus 48 jam kemudian.

Sebagian besar infeksi di luar negeri telah terdeteksi pada orang yang melakukan perjalanan dari Wuhan, pusat industri dengan 11 juta orang, atau daerah di sekitar provinsi Hubei.

Keyword : Virus Corona China

TERKINI
Rusia Gunakan Hampir 70 Bom Udara, Ukraina Hanya Bisa Mengusir dengan Jatuhkan 13 Drone Dikepung Drone dan Polisi, Pemerintah AS Bungkam Aksi Mahasiswa Pro-Palestina Tersangka Gembong Kejahatan Dunia Maya asal Rusia Hadapi Persidangan di California Protes Mahasiswa anti-Perang di AS dan Penggerebekan Polisi Kacaukan Rencana Kelulusan