Sabtu, 18/01/2020 11:57 WIB
Beijing, Jurnas.com - Uni Eropa (UE) menegaskan, jika perjanjian perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China menciptakan "distorsi", maka, Negeri Biru tidak akan segan-segan memperkarakannya di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Duta Besar Uni Eropa untuk China, Nicolas Chapuis, mengatakan, Uni Eropa akan memantau pelaksanaan perjanjian perdagangan AS-China untuk memastikan tidak membahayakan perusahaan-perusahaan Negeri Biru.
Ia juga mengatakan, selama pertemuan di Kementerian Luar Negeri China, ia sudah diberikan jaminan formal bahwa kesepakatan AS-China sama sekali tidak akan memberikan pengaruh pada bisnis Eropa.
Uni Eropa Perpanjang Hak Tinggal Pelarian Perang Ukraina
Gegara Desain Layanan Adiktif, Meta Terancam Denda 6 Persen Omset Global
Uni Eropa Bahas Rencana Impor Produk-Produk Israel
Sebelumnya, Rabu (15/1), Presiden AS, Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan Fase Pertama dengan Wakil Perdana Menteri China, Liu He.
Kesepakatan itu sudah diumumkan pada Desember 2019, sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia, yang mengguncang pasar dan memukul pertumbuhan global.
Dalam kesepatan tersebut, China akan mengimpor produk AS senilai USD200 miliar tambahan selama dua tahun, di atas tingkat yang diimpor pada 2017, termasuk tambahan 32 miliar dolar AS untuk barang-barang pertanian. Tiongkok juga berjanji akan meningkatkan perlindungan terhadap kekayaan intelektual AS.
AS telah berjanji untuk memangkas setengah dari tarif 15% yang dikenakan atas barang-barang konsumen China senilai 120 miliar dolar, seperti pakaian, pada bulan September.