Selasa, 14/01/2020 18:50 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan kemenangan di 162 Kota/Kabupaten dan Provinsi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 yang bakal digelar di 270 daerah.
"(Targetnya) 60 Persen," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di Komisi II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/01/2020).
Target kemenangan di Pilkada serentak tahun 2020 itu sangat mungkin terrealisasi, sebab, PKS, kata Mardani merupakan partai yang mendapat berkah lantaran telah memantapkan partainya menjadi oposisi.
Apalagi, lanjut Mardani, saat ini, kebijakan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - KH. Ma`ruf Amin kurang pro terhadap rakyat. Seperti Kenaikan Iuran BPJS, Revisi UU KPK dan juga muncul kasus - kasus besar seperti skandal gagal bayar Asuransi PT Jiwasraya.
Menkeu Diminta Usut Dugaan Manipulasi Penerimaan Ekspor Sawit
Legislator PKS: Putusan MK soal Kuota Perempuan Harus Proporsional
Legislator Minta Pemerintah Bongkar Mafia Pupuk Subsidi hingga ke Akar
"Ada banyak kasus yang pada pemerintah turun, oposisi bisa agak naik, karena oposisi brandnya ada di PKS. Sekarang ini kami banyak sekali dilamar untuk Pilkada. Banyaknya memang Nomor 2 sih, ha ha ha ha," katanya.
"Kami rasakan (mendapat berkah menjadi oposisi), Karena suara masyarakat lebih mendukung sikap tegas dan korektif kita," sambungnya.
Ditegaskan Mardani, partainya tentu akan lebih mendahulukan kader internal untuk maju sebagai Calon Kepala Daerah ketimbang kader partai lain.
Meski demikian, PKS, kata Mardani tetap terbuka untuk berkoalisi dengan partai lainnya.
"Didahulukan kader, tetapi kalau ternyata kader tidak. Ya monggoh dibebaskan," katanya.
Masih kata Mardani, DPP PKS juga tak akan mengintervensi pengurus daerah untuk merumuskan siapa pun yang akan diusung atau didukung partainya.
"Dibebaskan kepada semua kabupaten kota dan provisi untuk memilih (Calon yang bakal didukung)," sambungnya.