Presiden Irak Pilih Mundur Ketimbang Lantik PM Pilihan Iran

Kamis, 26/12/2019 20:30 WIB

Baghdad, Jurnas.com - Presiden Irak Barham Salih menolak untuk melantik perdana menteri yang diusung oleh blok parlemen dan didukung Iran, Asaas al-Eidani.

Ketimbang melantik Gubernur Basra tersebut, dikutip dari Reuters pada Kamis (26/12), Salih lebih memilih mengundurkan diri. Pasalnya, al-Eidani sudah pasti akan ditolak oleh pengunjuk rasa.

Salih mengatakan dalam sebuah pernyataan, karena konstitusi tidak memberinya hak untuk menolak melantik perdana menteri, ia siap untuk mengajukan pengunduran dirinya ke parlemen.

Seperti diketahui, protes massa telah mencengkram Irak sejak 1 Oktober 2019 lalu. Para pengunjuk rasa, yang mayoritas masih muda, menuntut perombakan sistem politik.

Sistem di Irak, dikatakan sangat korup dan membuat sebagian besar rakyat Irak dalam kemiskinan. Lebih dari 450 orang telah terbunuh akibat protes ini.

TERKINI
Israel Tangkap Puluhan Warga Palestina di Tepi Barat Pakar Sarankan MU Jual Bruno Fernandes: Assistnya Tak Berguna! Monopoli Hotel, China Sanksi Grup Trip.com Rp13,7 Triliun Tekan Impor, Malaysia Produksi Vaksin Manusia Mulai 2028