Sabtu, 25/07/2026 17:01 WIB
Yerusalem, Jurnas.com - Israel melanjutkan operasi militer besar-besaran di seluruh Tepi Barat, dengan menahan puluhan orang menyusul insiden penembakan yang menewaskan empat warga Palestina dan dua tentara Israel.
Pada Sabtu (25/7) pagi, militer Israel menangkap hampir 50 warga Palestina di Desa Tal, barat daya Nablus, yang merupakan lokasi penembakan sehari sebelumnya, sembari menggerebek sekitar 70 rumah.
Rekaman yang diunggah oleh Quds News Network menunjukkan dua pria dengan mata tertutup digiring oleh tentara Israel.
Penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi ekstensif militer Israel yang diluncurkan sebagai tanggapan atas penembakan pada Jumat kemarin, sebagaimana dikutip dari Aljeazeera.
Ditolak Israel, UNESCO Tetap Masukkan Situs Tepi Barat ke Warisan Dunia
Warga Israel Berbondong-bondong Bikin Pemukiman di Tepi Barat
Israel Bangun 12.000 Unit Rumah Baru di Tepi Barat, Ini Respons Hamas
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz memerintahkan operasi militer skala besar di desa-desa Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki, menyusul serangan di dekat permukiman ilegal Havat Gilad yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya.
Menurut sejumlah sumber dan saksi mata, pemukim Israel menyerang beberapa komunitas Palestina di kegubernuran Nablus, membakar rumah-rumah warga Palestina dan properti lainnya.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan sedikitnya 87 warga Palestina tewas oleh warga Israel dalam berbagai serangan di seluruh Tepi Barat sejak awal tahun, 21 di antaranya oleh para pemukim.
Para kritikus menyebut para pemukim ini menjadi semakin berani akibat kurangnya tekanan internasional terhadap Israel untuk mengakhiri pengepungannya di Gaza, serta retorika dari menteri sayap kanan ekstrem Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich.