Suku Munduruku Kecam Meningkatnya Penambangan di Hutan Hujan Amazon

Jum'at, 22/11/2019 07:41 WIB

Brasil, Jurnas.com -  Masyarakat adat Munduruku yang dipimpin oleh 15 kepala suku mengecam Presiden Brasil, Jair Bolsonaro atas meningkatnya penambangan ilegal di hutan hujan Amazon.

Mereka juga mendesak pemerintah Brasil agar tidak memulai kembali rencana membangun bendungan hidroelektrik di sungai Tapajos yang mengalir melalui tanah leluhur mereka dan merupakan salah satu anak sungai jernih terbesar di Amazon.

Sebanyak 50 orang suku Munduruku, termasuk anak-anak, menghabiskan waktu seminggu di perjalanan hingga tiba di Brasil untuk menyampaikan keluhan mereka kepada Kepala Badan Urusan Adat Brasil Funai, Marcelo Xavier.

Kelompok itu mengatakan kecewa karena Xavier hanya mengirim seorang asisten untuk menemui mereka. Padahal Xavier diklaim sedang berada di dalam Gedung yang sama mereka datangi.

Ia mengatakan pembalakan liar sedang meningkat dan penambang liar menyerbu tanah Munduruku dalam jumlah besar sejak Bolsonaro mengatakan akan berusaha meloloskan penambangan di tempat penduduk asli.

Cekungan Tapajos adalah salah satu daerah di Amazon di mana sebagian besar penambangan ilegal terjadi, mencemari sungai dengan merkuri. Sekitar 13.750 Mundurukus tinggal di sana di 112 desa.

"Kepala kita telah mengancam kehidupan mereka. Siapa pun yang membela tanah mereka hari ini menghadapi risiko ditembak," katanya. (Reuters)

TERKINI
Perang Epik Rebutan Kilang Anggur, Brad Pitt dan Angelina Jolie Saling Menuduh Milla Jovovich Ungkap Dirinya Pernah Jadi Baby Sitter Anak-anak Bruce Willis dan Demi Moore Akhirnya Britney Spears Benar-benar Bebas dari Ayahnya Setelah Konservatori Usai 2 Tahun Lalu Scarlett Johansson Dampingi Suaminya Colin Jost Jadi Penghibur di Gedung Putih