Selasa, 19/11/2019 14:20 WIB
Hong Kong, Jurnas.com - Lusinan pengunjuk rasa dari kalangan mahasiswa berlarian menuju Politeknik Hong Hong Kong (PolyU), setelah dipukul mundur oleh aparat kepolisian dalam unjuk rasa yang memasuki hari ketiga sejak akhir pekan lalu.
Murid-murid sekolah menengah termasuk di antara mereka yang bersembunyi di dalam PolyU. Mereka takut ditangkap atau ditembaki oleh polisi, dan banyak yang meringkuk dalam selimut darurat perak untuk menjaga diri mereka tetap hangat.
Beberapa pengunjuk rasa melarikan diri semalam dengan merayap, menuruni tali dari jembatan ke jalan di bawah, di mana mereka dibawa pergi dengan sepeda motor, sementara yang lain menghilang ke lubang got.
Dalam upaya yang tampaknya terkoordinasi untuk mengalihkan perhatian polisi selama operasi pelarian, puluhan ribu orang mengalir menuju kampus PolyU ketika bentrokan serentak berkecamuk dengan polisi di distrik Kowloon yang berdekatan.
Mahasiswa ITB yang Sempat Hilang di Gunung Puntang Ditemukan Selamat
Massa Dorong KPK Tinjau Dugaan Kredit Bermasalah PLTA Poso
Siapa Saja 13 Tokoh Pendiri PMII? Ini Profil dan Biografi Singkatnya
Ini merupakan bentrokan paling intens dan berkepanjangan sejak jutaan orang turun ke jalan pada Juni lalu, untuk menyuarakan kemarahan terhadap China yang mengikis kebebasan wilayah itu.
"Ada begitu banyak orang yang telah berkorban untuk ini," kata seorang mahasiswa berusia 21 tahun, yang mengidentifikasi dirinya sebagai T, pada Selasa (19/11) dilansir dari CNA.
"Beberapa orang tidak peduli hanya ingin duduk dan menunggu hasil," lanjut dia.
Diketahui, fase baru gangguan massal pekan lalu menyebabkan kekacauan di seluruh pusat keuangan internasional, dengan sekolah-sekolah ditutup, jalur kereta terganggu, dan jalan-jalan utama terhalang oleh barikade.
Langkah ratusan pemrotes keras untuk mengambil alih PolyU pada akhir pekan juga merupakan taktik baru.
Pengunjuk rasa yang menduduki PolyU memukul balik polisi dengan rentetan bom molotov, panah, dan batu bata. Mereka juga membakar pintu masuk universitas pada Senin kemarin.
Keyword : MahasiswaHong KongUnjuk RasaPoliteknik