Selasa, 15/10/2019 16:11 WIB
Wina, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Markas Besar Pengawasan Narkoba Iran, Eskandar Mo`meni, mengatakan sanksi Amerika Serikat (AS) secara serius menghambat kampanye global melawan narkoba.
Pernyataan Mo`meni itu disampaikan pada pertemuan dengan para pejabat dari Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Narkoba dan Kejahatan, UNODC di Wina.
Mo`meni juga memperingatkan terkait adanya peningkatan yang mengkhawatirkan dalam tingkat produksi obat-obatan industri terlarang di negara tetangga Afghanistan.
Iran dan UNODC menandatangani dokumen untuk memfasilitasi pendirian pusat perawatan dan rehabilitasi regional di Teheran.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Menurut angka resmi, pada 2018 Iran menyita lebih dari 800 ton obat-obatan terlarang.
Mo`meni mengatakan, Teheran mempertahankan perang global melawan narkoba tidak boleh dipolitisasi. Ia menyalahkan AS karena menutup mata terhadap produksi dan ekspor obat-obatan terlarang di Afghanistan.