Senin, 14/10/2019 09:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan pada saat pelantikan dirinya menjadi Presiden priode kedua, Minggu (20/10) akan meningkatkan pengamanan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Katanya, Paspamres harus lebih waspada.
"Yang paling penting pengamanan. Paspamres lebih waspada. (Pelaksanaan) biasa saja," ujar Jokowi yang disampaikan kepada wartawan disela menerima anak-anak Papua yang ditayangkan akun youtube Sekretariat Presiden pada 11 Oktober 2019.
Peningkatkan pengamanan dirinya, kata Jokowi, dikaitkan dengan terjadinya penikaman terhadap Menteri Wiranto belum lama ini. Kewaspadaan Paspampres akan lebih ditingkatkan dengan peristiwa kemarin (penusukan Wiranto)," ujar Jokowi.
Menkopolhukam Wiranto ditusuk oleh orang tak di kenal di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Penusukan terjadi, saat Wiranto akan kembali ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.
KPK Panggil Ipar Jokowi, Billy Beras Terkait Korupsi DJKA
KPK Akan Klarifikasi Kaesang Pangarep dan Istri Pakai Jet Pribadi ke AS
KPK Ingatkan Pejabat yang Baru Dilantik untuk Lapor LHKPN
Insiden penusukan itu terjadi begitu cepat. Wiranto yang baru keluar dari mobil tiba-tiba ditusuk orang tidak dikenal dari arah samping kiri mobil. Dari video yang beredar, Wiranto yang mengenakan batik berwarna hijau terlihat tersungkur dan langsung dimasukkan ke dalam mobilnya.
Sementara itu, dikabarkan pada hari ini, situasi sekitaran Monas Jakarta, disiagakan kendaraan pengamanan water cannon tepat di di depan Istana Kepresidenan. Sejumlah anggota kepolisian dari Brimob juga sudah berada di sekitaran lokasi. Informasinya, hari ini akan digelar demontrasi.