Kamis, 04/06/2026 02:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Panggung Piala Dunia selalu identik dengan kilatan lampu blitz yang mengarah pada para megabintang seperti Pele, Diego Maradona, Zinedine Zidane, hingga Lionel Messi.
Mereka adalah para kreator dan pencetak gol yang namanya tertulis paling besar di lembar sejarah sepak bola.
Namun, sejarah mencatat bahwa trofi emas berlapis emas murni itu tidak akan pernah bisa diangkat tanpa kehadiran para unsung heroes, para pemain yang sering kali diremehkan (underrated), namun memegang peran krulial bagi timnya.
Dikutip dari beberapa sumber, berikut adalah lima pemain underrated yang membuktikan bahwa kerja keras senyap di atas lapangan mampu melahirkan gelar Juara Dunia. 1. Kleberson (Brasil – Piala Dunia 2002)Ketika membicarakan skuat legendaris Brasil pada Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang, nama-nama yang langsung muncul di kepala adalah trio lini serang "3R" yaitu Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho.
Ngenes! 5 Pemain Bintang Ini Belum Pernah Juara Piala Dunia
Ini Lima Negara Asia yang Paling Sering Lolos ke Piala Dunia
Daftar 8 Negara Asia yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Namun, pelatih Luiz Felipe Scolari menyadari ada celah besar di lini tengah pada awal turnamen. Masuknya José Kléberson ke dalam starting eleven sejak babak perempat final mengubah segalanya.
Gelandang yang saat itu masih bermain untuk Atletico Paranaense ini memberikan keseimbangan, daya jelajah tinggi, dan kerja defensif yang luar biasa demi membebaskan trio 3R menyerang dengan leluasa.
Di partai final melawan Jerman, Kleberson bahkan memberikan assist untuk gol kedua Ronaldo yang mengunci gelar juara kelima bagi Tim Samba.
2. Simone Perrotta (Italia – Piala Dunia 2006)Skuat Italia pada Piala Dunia 2006 dipenuhi oleh nama-nama glamor seperti Francesco Totti, Alessandro Del Piero, Andrea Pirlo, hingga sang peraih Ballon d`Or Fabio Cannavaro. Di tengah gemerlapnya bintang-bintang tersebut, nama Simone Perrotta sering kali terlupakan oleh publik.
Padahal, pemain kelahiran Inggris ini adalah dinamo yang tak tergantikan di lini tengah bentukan Marcello Lippi.
Perrotta tercatat selalu tampil dalam tujuh pertandingan yang dilakoni Gli Azzurri sepanjang turnamen. Tugas utamanya adalah melakukan "pekerjaan kotor"—memotong aliran bola lawan, menutup ruang kosong, dan menjaga stabilitas transisi permainan saat Pirlo atau Totti naik menyerang.
3. Joan Capdevila (Spanyol – Piala Dunia 2010)Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dengan mengandalkan generasi emas "Tiki-Taka" yang dimotori oleh pilar-pilar Barcelona dan Real Madrid seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Iker Casillas, hingga Sergio Ramos.
Namun, jika Anda melihat daftar starting eleven Vicente del Bosque di partai final, ada satu nama yang terasa paling membumi: Joan Capdevila.
Saat itu, bek kiri yang membela Villarreal ini menjadi satu-satunya pemain starter Spanyol di final yang tidak bermain untuk Barcelona atau Real Madrid.
Meski kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai titik lemah oleh pengamat sebelum turnamen dimulai, Capdevila tampil sangat disiplin. Ia bermain penuh di seluruh laga Spanyol dan membantu lini belakang La Roja mencatatkan clean sheet beruntun di seluruh babak gugur.
4. Christoph Kramer (Jerman – Piala Dunia 2014)Kisah Christoph Kramer pada Piala Dunia 2014 di Brasil adalah salah satu cerita paling unik sekaligus menegangkan dalam sejarah final sepak bola.
Sebelum turnamen, tidak banyak yang memprediksi gelandang Borussia Mönchengladbach ini akan mendapatkan menit bermain yang signifikan di tengah sesaknya lini tengah Jerman yang dihuni Toni Kroos, Bastian Schweinsteiger, dan Mesut Özil.
Namun, nasib berkata lain ketika Sami Khedira mengalami cedera saat pemanasan tepat beberapa menit sebelum laga final melawan Argentina dimulai.
Joachim Löw langsung menunjuk Kramer sebagai pengganti dadakan. Meski hanya bermain selama 31 menit sebelum harus ditarik keluar akibat gegar otak setelah berbenturan keras dengan Ezequiel Garay,
kontribusi awal Kramer dalam meredam serangan balik Argentina di sepertiga awal laga menjadi salah satu kunci Jerman mampu menjaga ritme hingga akhirnya menang lewat babak perpanjangan waktu.
5. Blaise Matuidi (Prancis – Piala Dunia 2018)Sorotan utama tim nasional Prancis pada Piala Dunia 2018 di Rusia tertuju pada kecepatan Kylian Mbappe, ketajaman Antoine Griezmann, serta pesona Paul Pogba. Di balik harmoni lini tengah tim asuhan Didier Deschamps, ada peran tak ternilai dari seorang Blaise Matuidi.