Jelang Perundingan dengan AS, Korea Utara Tembakan Rudal Baru

Kamis, 03/10/2019 14:50 WIB

Pyongyang, Jurnas.com - Korea Utara mengatakan pihaknya berhasil melakukan uji coba rudal balistik (SLBM) kapal selam baru dari laut menjelang perundingan nuklir baru dengan Amerika Serikat (AS).

Kantor berita negara KCNA mengatakan, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un tidak hadir saat uji coba berlangsung pada Rabu (2/10), tetapi mengirim ucapan selamat kepada para ilmuwan pertahanan yang terlibat dalam peluncuran tersebut.

Laporan itu mengatakan tipe baru SLBM yang disebut Pukguksong-3 ditembakkan dalam mode vertikal di perairan lepas kota timur Wonsan.

Militer Korea Selatan sebelumnya menyatakan, Pyongyang menembakkan proyektil, kemungkinan besar rudal balistik yang diluncurkan kapal selam, yang mendarat di perairan dekat Zona Ekonomi Eksklusif (EEZ) Jepang.

"Uji coba penembakan SLBM tipe baru yang berhasil menjadi sangat penting karena mengantarkan fase baru dalam berisi ancaman pasukan luar kepada DPRK dan semakin memperkuat otot militernya untuk pertahanan diri," kata laporan KCNA. .

KCNA  mengklaim tes itu tidak berdampak buruk pada keamanan negara-negara tetangga.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengecam peluncuran itu. Ia menggambarkannya sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. Korea Selatan juga menyatakan keprihatinan yang kuat.

Menteri Pertahanan Korea Selatan, Jeong Kyeong-doo mengatakan Pukguksong, atau Bintang Kutub dalam bahasa Korea, akan memiliki jangkauan sekitar 1.300 km (910 mil) pada lintasan standar.

Korea Utara melakukan uji coba sehari setelah Pyongyang mengumumkan setuju untuk melanjutkan perundingan degnan Washington minggu ini.

Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Utara, Choe Son-hui mengatakan, ledua pihak akan melakukan perundingan dan negosiasi tingkat kerja pada hari berikutnya.

Departemen Luar Negeri AS juga mengkonfirmasi bahwa kedua pihak berencana untuk bertemu dalam minggu depan.

Sebagai reaksi terhadap peluncuran hari Rabu, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS meminta Pyongyang untuk menahan diri dari provokasi dan untuk tetap berkomitmen pada negosiasi nuklir, yang akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

Korea Utara mengembangkan teknologi SLBM sebelum menangguhkan uji coba rudal dan nuklir jarak jauh dan memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat yang mengarah ke pertemuan puncak pertama antara Kim dan Trump di Singapura pada Juni 2018.

TERKINI
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi Apa Itu Super El Nino? Ini Prediksi Terbaru dan Dampaknya ke Dunia Negosiator Iran Sebut Pembicaraan dengan AS Tunjukkan Kemajuan