Kamis, 03/10/2019 00:30 WIB
Teheran, Jurnas.com - Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengatakan, Iran bertekad mengurangi lebih banyak komitmennya di bawah kesepakatan nuklir hingga mendapatkan apa yang diinginkan.
Saat bertemu komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, Khamenei mengatakan, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) harus bertanggung jawab atas tindakan balasan tersebut dan meminta badan tersebut memenuhi tugasnya sepenuhnya dan tepat.
Sejauh ini, kata Khamenei, Amerika Serikat (AS) gagal dan akan terus gagal dalam kampanye tekanan maksimum terhadap bangsa Iran setelah meninggalkan pakta nuklir 2015.
Khamenei mengungkapkan bawah setelah AS gagal membuat Iran bertetuk lutut, ia lalu berupaya mengatur jadwal untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani.
Khamenei mengatakan, AS bahkan memohon dan mencari penengah dari Eropa, tetapi tak berhasil membujuk Rouhani bertemu dengan Trump.
Trump Persilakan Iran Menelepon jika Ingin Berunding
Iran Ajukan Proposal Baru Pembukaan Selat Hormuz
Momen Donald Trump dan Istri Dievakuasi Usai Terdengar Suara Tembakan
Khamenei mengatakan, sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran hanya sebuah masalah jangka pendek yang dapat menghasilkan manfaat jangka panjang karena Iran mampu mengurangi ketergantungan pada pendapatan minyak.