Kamis, 05/09/2019 12:12 WIB
Yerussalem, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, orang-orang Yahudi akan selalu ada di wilayah Hebron di Tepi Barat.
"Yahudi akan selalu ada di Hebron. Kami bukan orang asing di kota ini. Kami akan ada di sini selamanya," tegas Netanyahu saat kunjungan pertamanya ke Hebron atau Al-Khalil sejak 1998, dilansir dari Andolu.
Terletak di Pegunungan Yuda, kota ini menjadi tempat pemakaman Nabi Ibrahim.
Kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan 90 tahun Peristiwa 1929, di mana sekitar 60 orang Yahudi terbunuh.
Warga Israel Berbondong-bondong Bikin Pemukiman di Tepi Barat
Israel Bangun 12.000 Unit Rumah Baru di Tepi Barat, Ini Respons Hamas
Israel Terus Hancurkan Kebun Zaitun Milik Warga Palestina
Sebelumnya, pemerintah Palestina mengecam kunjungan Netanyahu ke Al-Khalil di Tepi Barat yang diduduki. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina menyebut kunjungan itu sebagai "rasial dan kolonial".
Menurut Kemenlu Palestina, kunjungan itu didasari rencana Israel untuk menguasai Kota Hebron, termasuk Masjid Ibrahimi.
Al-Khalil adalah rumah bagi sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim Yahudi. Kota itu juga diyakini sebagai lokasi makam para nabi, yakni Ibrahim, Ishak, dan Yakub.
Keyword : Benjamin NetahanyuNabi IbrahimTepi Barat