Euro Melemah terhadap Dolar, Trump Marahi Bank Sentral

Sabtu, 31/08/2019 09:58 WIB

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Bank Sentral (Federal Reserve Bank) AS tidak bertindak, menyusul melemahnya euro terhadap dolar.

Hal itu, menurut Trump, mengakibatkan sesuatu yang memberi negara-negara Eropa keuntungan perdagangan besar.

"Euro jatuh terhadap Dolar `seperti orang gila,` memberi mereka keuntungan ekspor dan manufaktur besar, dan The Fed melakukan apa-apa!" tulis Trump di Twitter pada Jumat (30/8) malam.

"Mereka tidak punya petunjuk!" lanjut dia.

Trump telah berulang kali mengecam tingginya biaya pinjaman AS, dibandingkan dengan suku bunga di negara-negara yang bersaing dengan AS di pasar global. Dia juga kerap merujuk pada suku bunga negatif di Jerman.

Ditanya oleh awak media apakah dia ingin melihat tingkat negatif di Amerika Serikat, Trump mengatakan, "Tidak. Saya hanya berpikir Fed membuat kesalahan besar, karena jika Anda melihat apa yang dilakukan oleh para ekuivalen Fed lainnya melakukan hal yang benar di sekitar dunia, mereka berada pada tingkat yang jauh lebih rendah. Itu membuat jauh lebih sulit untuk bersaing."

"The Fed menyakitiku," tandas Trump.

TERKINI
Kemendikdasmen Jamin Tak Ada Celah Jual Beli Kursi SPMB 2026 Iran Jatuhkan Hukuman Gantung Dua Anggota Kelompok Separatis Buntut Insiden Bekasi, Komisi V Minta Percepatan DDT Tak Perlu Tunggu KNKT Komisi V ke KAI: Insiden Bekasi jadi Pelajaran, Kalau Terulang Tak Cerdas