Minggu, 18/08/2019 17:01 WIB
Sana`a, Jurnas.com - Beberapa jam setelah melakukan operasi skala besar di wilayah Arab Saudi, pemimpin gerakan Houthi Ansarullah, Abdul-Malik al-Houthi mengatakan, serangan itu merupakan pesan kuat kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) agar tidak diperalat Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Houthi juga mendesak koalisi Arab Saudi untuk menghentikan serangan yang menghancurkan tetangganya di selatan atau merasakan konsekuensinya.
Para ahli mengatakan, tentara Yaman mampu mencapai target apa pun yang mereka gambarkan dengan negara-negara penyerang.
Kementerian Perminyakan Saudi mengakui serangan drone Sabtu dan menuduh pejuang Ansarullah berusaha mengganggu aliran pasokan minyak internasional.
Kapal Arab Saudi Rusak Akibat Serangan di Laut Merah
Laut Merah Memanas, Saudi Serang Situs Militer Houthi
AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Kerja Sama Nuklir
Sejak awal perang AranSaudi di Yaman, sebagian besar infrastruktur negara diratakan dengan tanah dan puluhan ribu warga Yaman, sebagian besar warga sipil, tewas dalam serangan udara dan serangan lainnya.
Pemimpin Ansarallah mengatakan gerakan itu sudah memasuki fase pencegahan seimbang untuk memaksa Riyadh mengakhiri perang bertahun-tahun di Yaman yang tidak menghasilkan apa-apa selain jejak kematian dan kehancuran.