Para Pekerja Proyek Piala Dunia Qatar 2022 Mogok Kerja

Senin, 05/08/2019 07:35 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah video yang memperlihatkan pekerja di proyek stadion Piala Dunia Qatar 2020 yang terjadi pada Minggu telah beredar luas di media sosial.

Video tersebut menunjukkan kerumunan besar orang-orang dengan jaket visibilitas tinggi berkumpul di jalan.

Dilansir The National, Wakil Ketua Polisi dan Keamanan Publik Dubai, Dhahi Khalfan Tamim, mentweet untuk "Tuhan membebaskan Qatar dari skandal-skandal ini".

Pada bulan April, pekerja migran turun ke jalan untuk mengecam upah yang telah lewat, kebijakan pemerintah yang menindas dan kondisi kerja yang tidak manusiawi.

Sebanyak 28.000 orang membangun tujuh stadion baru untuk Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar menghasilkan setara dengan hanya $ 1,04 (Dh3.82) per jam, sebuah penyelidikan mengungkapkan pada bulan Mei.

Pada bulan Februari, Amnesty International memperingatkan bahwa Qatar kehabisan waktu untuk memberantas pelecehan puluhan ribu pekerja migran yang meluas sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia.

"Waktu hampir habis jika otoritas Qatar ingin memberikan warisan yang kita semua bisa bersorak, yaitu sistem tenaga kerja yang mengakhiri pelecehan dan kesengsaraan yang ditimbulkan pada begitu banyak pekerja migran setiap hari," kata Stephen Cockburn dari Amnesty.

TERKINI
Jessica Alba Jadi Komando Pasukan Khusus di Trigger Warning Tinggalkan Dunia Modeling, Bella Hadid Ungkap tak Perlu Pasang Wajah Palsu Pangeran William Beri Kabar Terbaru tentang Kesehatan Kate Middleton Hati-hati, Meski Marah Cuma 8 Menit Bisa Berisiko Kena Serangan Jantung