Minggu, 04/08/2019 16:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyesalkan terjadinya pemadaman listrik serentak secara total di wilayah Jabodetabek, dan area Jawa Barat (Jabar).
Hal ini, menurut Ketua YLKI Tulus Abadi, bisa menjadi tengara bahwa infrastruktur pembangkit PLN belum handal. Selain itu, program pemerintah seharusnya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN, tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PT PLN, dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, dan gardu distribusi.
Padamnya listrik, apalagi di Jabodetabek, lanjut Tulus, bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha. Dan hal ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia.
"Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?" kata Tulus dalam keterangannya pada Minggu (4/8) di Jakarta.
PLN Sumut Siapkan 113 SPKLU Penuhi Kebutuhan Pemudik Lebaran 2026
Protes Pemadaman Listrik, Demonstran Kuba Bakar Kantor Parpol
Kasihan! Petugas PLN Ini Terjebak di Tiang Listrik
Karena itu, YLKI meminta manajemen PT PLN untuk menjelaskan pada publik apa penyebab gangguan pembangkit di Suralaya.
YLKI juga meminta PT PLN memberikan kompensasi pada konsumen, bukan hanya berdasar regulasi teknis yang ada, tetapi berdasar kerugian riil yang dialami konsumen akibat pemadaman ini.
Keyword : Pemadaman listrik PLN YLKI