Rabu, 24/07/2019 11:27 WIB
London, Jurnas.com - Penduduk London, menyatakan waswas setelah mantan Walikota London, sekaligus mantan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson setelah terpilih sebagai Perdana Menteri yang baru, menggantikan Theresa May.
Pria dengan nama lengkap Alexander Boris de Pfeffel Johnson ini memenangkan 66 persen suara atau sebesar 92.153 suara berbanding 46.656 dengan suara pesaingnya, Jeremy Hunt. Tingkat partisipasi dalam pemungutan suara adalah 87,4 persen dari 159.320 anggota partai.
Johnson yang terkenal sangat mendukung Brexit , berjanji untuk menuntun Inggris keluar dari Uni Eropa dengan atau tanpa kesepakatan tepat waktu.
Menurut Reuters, beberapa warga melakukan perbandingan antara Johnson dengan Presiden AS, Donald Trump yang menyatakan sedikit harapan dapat menegosiasikan kembali kesepakatan baru dengan Uni Eropa.
AS Kawal Puluhan Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz
Iran Bersihkan 50 Akses Terowongan Setelah Serangan AS-Israel
Menlu: Iran dan AS Masih Saling Kirim Pesan
Brexit tanpa kesepakatan selama ini masih dijauhi parlemen, pemerintah, hingga pelaku usaha. Sebab, berpotensi menimbulkan kekacauan dan mengganggu perekonomian Inggris.
Inggris dan Uni Eropa juga akan harus berdagang menggunakan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tanpa keistimewaan yang dimiliki sekarang bila Brexit no deal terjadi.
Parlemen Inggris sendiri mengindikasikan akan memblokir Brexit tanpa kesepakatan atau no deal.
Keyword : Boris JohnsonAmerika SerikatDonald Trump